Jumat, 08 Januari 2016

Bisnis Ikan Arwana

Peluang Bisnis Ikan Arwana

Peluang Bisnis Ikan Arwana – Diantara ikan hias air tawar, ada salah satu jenis ikan hias air tawar asli Indonesia yang banyak diminati masyarakat lokal dan luar negeri, yaitu Ikan Arwana Super Red dan Ikan Arwana Golden Red. Dengan harganya yang lebih stabil disbanding ikan hias lain, membuat peluang bisnis ikan ini sangat menjanjikan. Seperti apa prospek bisnis ikan sisik merah menyala ini ? Bisnis ikan arwana hasil penangkaran menjanjikan keuntungan cukup besar dan tidak pernah kekurangan pesanan. Apalagi para penggemar ikan hias di seluruh dunia mengakui kualitas arwana Indonesia sebagai yang paling bagus.
peluang usaha Ikan Arwana
Kondisi ini membuat arwana merupakan ikan hias kebanggaan Indonesia, sehingga tidak mengherankan jika banyak penggemar ikan hias dari mancanegara yang berusaha mendapatkannya langsung dari Indonesia. Namun sayangnya tidak banyak pengusaha Indonesia yang menekuni bisnis ini, sehingga justru negara lain yang mempopulerkan ikan yang diyakini sebagian orang sebagai pembawa keberuntungan.

TIPS MERAWAT DAN BUDIDAYA IKAN ARWANA

Parameter air
1. pH air sebaiknya netral (6-7)
2. Kesadahan sebaiknya pad GH 8 derajat.
3. Temperatur yang baik adalah 26-30 C. Hindari perubahan suhu mendadak yang dapat membuat shock ikan.
Penggantian Air
Kotoran ikan arwana cukup banyak dengan unsur nitrogen yang cukup tinggi. Penggantian air yang rutin adalah wajib yaitu 25-30% setiap minggunya.
Pakan
Pemberian pakan Untuk ikan diatas 35 cmbisa diberi makan sehari atau dua kali sehari. Sedang ukuran 15-35 cm bisa diberi makan dua kali sehari, dibawah 15 cm dianjurkan membeli makan 3xsehari.
Jenis pakan
Jenis pakan yang bisa diberikan untuk ikan ini adalah ikan kecil, udang, serangga, cacing, ulat, kodok kecil, kadal kecil, dan pelet.

peluang bisnis ikan arwana 

Peluang Bisnis Ikan Arwana

Peluang Bisnis Ikan Arwana, ini sangat prospek di Indonesia mengingat pecinta ikan hias semakin hari semakin ramai peminatnya. Arwana bukan ikan musiman layaknya ikan louhan yang sempat booming beberpa saat saja lalu hilang. Harga arwana bervariasi tergantung jenis dan ukuran tubuh arwana itu sendiri. Sebagai contoh jenis Arwana Super Red dengan ukuran antara 17 – 20 cm harga jualnya bisa tembus Rp. 4.750.000. Untuk bibit Arwana Super Red anakan ukuran 8 – 10 cm harganya hanya Rp. 1.000.000 saja.

Bisnis kerajinan Tangan


Peluang Usaha Kerajinan Tangan dan Cara Membuatnya
 
Untuk membuka usaha kerajinan tangan tentu Anda harus bisa cara membuatnya. Tapi bila Anda memiliki keahlian membuat kerajinan tangan dari berbagai bahan tertentu kenapa tidak mencoba untuk membuka usaha secara mandiri. Dengan keahlian yang telah Anda kuasai, Anda bisa membuat kerajinan tangan yang unik dan memiliki nilai guna. Pada zaman modern seperti saat ini banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadikan hasil karya Anda menjadi sebuah bisnis yang bisa dikelola secara mandiri dari rumah. Peluang usaha kerajinan tangan tidaklah membutuhkan modal yang besar dan bisnis ini bisa dijalankan dari rumah. Dengan memanfaatkan barang-barang bekas Anda bisa membuat berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Untuk memasarkan produk yang telah dibuat Anda bisa memanfaatkan media sosial sebagai media untuk mengenalkan berbagai produk yang Anda miliki. Selain memasarkannya secara online, Anda juga bisa masuk ke komunitas-komunitas tertentu yang memiliki minat terhadap produk Anda.

Peluang Usaha Kerajinan Tangan dengan Modal Kecil

Kerajinan tangan yang dihasilkan dari tangan-tangan orang kreatif biasanya memiliki nilai jual yang tinggi. Selain produk yang diproduksi terbatas memang tidak banyak orang yang bisa membuat sebuah kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Berikut ini adalah beberapa contoh kerajinan tangan yang memiliki nilai jual dan cara membuat kerajinan tersebut.
Artikel Terkait : Kerajinan Tangan dari Barang Bekas yang Mudah Dibuat

Membuat Kerajinan Tangan Lampion Hias

Kerajinan tangan yang satu ini mudah untuk dibuat dan bahan yang diperlukan sangat mudah dicari dan harganya juga murah. Lampu tidur hias atau bisa juga disebut dengan lampion hias dengan berbagai bentuk karakter kartun yang lucu dan gemesin. Kerajinan tangan yang satu ini memiliki nilai jual serta bisa menjadi salah satu usaha yang menguntungkan dengan modal kecil. Hanya modal sekitar Rp35.000 untuk setiap pembuatan lampion Anda dapat menjualnya kembali dengan harga Rp50.000 sampai Rp120.000 Untuk membuat kerajinan tangan unik dan lucu ini kamu memerlukan beberapa bahan dan alat.
Alat dan Bahan
  1. Kuas
  2. Benang jahit
  3. Balon
  4. Lem Kayu
  5. Kain flanel (untuk mempercantik lampion)
  6. Gelas plastik bekas
  7. Gunting
  8. Bohlam lampu minimal 5 watt
  9. Fitting lampu lengkap dengan kabel dan colokannya
Untuk membuatnya Anda bisa melihat langkah-langkahnya pada gambar dibawah ini.
Cara Membuat Lampion Cantik
Sumber Gambar : www.infoqoo.com
Cara Membuat Lampion Cantik dari Balon
Sumber Gambar : www.infoqoo.com
Lampion Hias Lucu dan Unik
Sumber Gambar : http://zhahab.blogspot.com/

Kerajinan Tangan Pot Bunga dari Ban Bekas

Bas mobil yang sudah tidak terpakai ternyata bisa dimanfaatkan menjadi sebuah pot bunga yang cantik. Kerajinan dari ban bekas ini bisa membuat nyaman melihat pot bunga dengan aneka warna, tentu saja pot bunga dari ban bekas ini sangat awet dan tahan lama. Untuk cara pembuatan kerajinan tangan ini juga relatif mudah, hanya memerlukan tiga tahapan pembuatan yaitu tahap pembentukan pola, pemotongan, dan tahapan akhir pewarnaan. Untuk lebih jelas cara pembuatan kerajinan tangan ini Anda bisa melihatnya pada gambar berikut ini.
Kerajinan Tangan dari Ban Bekas
Sumber Gambar: http://zhahab.blogspot.com/

Kerajinan Tangan Vas Bunga Cantik dari Botol Bekas

Vas bunga yang cantik tidak selalu terbuat dari bahan yang mahal dan langka. Anda bisa memanfaatkan botol plastik bekas sebagai bahan untuk membuatnya. Dengan kreatifitas botol plastik bekas bisa disulap menjadi vas bunga cantik seperti dari bahan kaca. Apakah Anda tertarik untuk membuatnya? Oke berikut ini adalah tutorial cara membuat kerajinan tangan dari botol plastik bekas. Ikuti saja langkah-langkah yang ada pada gambar, kami yakin Anda pasti bisa membuatnya.
Vas Bunga dari Botol Bekas
Sumber Gambar :http://zhahab.blogspot.com/
Kerajinan Tangan dari Botol Bekas
Sumber Gambar : http://zhahab.blogspot.com/
Yup itulah beberapa peluang usaha kerajinan tangan yang bisa Anda ambil. Mungkin Anda berminat dengan salah satu ide tersebut silahkan luangkan waktu untuk belajar membuat kerajinan tangan dari botol bekas yang unik dan memiliki nilai jual.

Bisnis Counter Handphone

Dalam menentukan jenis usaha dengan modal kecil namun dengan penghasilan yang stabil sudah tentu bukanlah hal yang mudah untuk segera diputuskan, karena masih harus mempertimbangkan beberapa faktor-faktor penentu yang turut mendukung kelancaran usaha tersebut, karena bila saja tidak malah akan mendatangkan kerugian.
Beberapa faktor-faktor tersebut antara lain:
– Kemauan untuk mendapatkan penghasilan.
– Konsisten dalam rangka menjalankan Usaha.

Pada akhirnya Modal yang sangat besar diperlukan adalah komitmen dan kemauan dari diri sendiri untuk mendapatkan penghasilan hanya dengan bermodal kecil.
Banyak orang berfikir bahwa untuk membuka suatu usaha, maka akan dibutuhkan modal yang sangat besar. Ini merupakan pola fikir yang sempit yang dapat menghambat suatu proses kemajuan pada diri sendiri.
Sedikit mengingatkan kembali ketika kita masih mendapatkan pendidikan disekolah atau dibangku kuliah, sering kita mendengar dan mempelajari dalam mata pelajaran atau pun mata kuliah selalu diajarkan rumus-rumus usaha. Mungkin diantara kita ada yang masih ingat dan ada yang sudah lupa.
Oke..untuk mengingatkan kembali bagi yang sudah lupa.
W= F.s
Dimana :
W = Usaha.
F = Gaya.
S = Jarak.

Mungkin ada yang bertanya : “ Apa hubungannya rumus yang diatas dengan Usaha yang akan saya jalani?”.
OK, pertanyaan yang bagus, disini saya akan coba menjelaskan hubungan antara rumus diatas dengan usaha yang akan dijalani.
F= Gaya : Hal ini dapat kita identikkan dengan seberapa besar cara kita dalam usaha.
Contoh : 1. Ingin melamar pekerjaan di kantoran, Maka harus bergaya layaknya orang kantoran. Singkatnya, kita akan berusaha untuk memiliki pakaian yang layak untuk bekerja di kantor, dan mencoba menyelesaikan pekerjaan dikantor dengan sebak-baiknya dengan kemampuan skill yang kita miliki, karena kalau tidak pastinya akan ditegur oleh atasan ataupun diberhentikan dari pekerjaan kita.

S= Jarak : Hal ini dapat kita identikkan dengan jarak kita untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Contoh : 2. Ingin membuka warung di tempat yang sepi akan sangat berbeda dengan membuka warung ditempat yang ramai. Singkatnya, Jarak akan kita perhitungkan dengan pembeli sehingga banyak orang membuka warung ditempat yang ramai, dengan perhitungan memperpendek jarak kita dalam membuka warung dengan pembeli.
Dari uraian diatas, sangat jelas sewaktu kita ingin membuka usaha, bahwa Maju mundurnya usaha tersebut adalah dari dalam diri kita sendiri.

Baiklah kembali ke judul kita.
Untuk jenis usaha yang saya maksudkan dibawah ini, ada jenis usaha yang sudah pernah saya jalani maupun jenis usaha yang dijalani oleh teman saya.
Jenis usaha yang saya maksudkan:

*Buka Counter penjualan Pulsa* (saya sebut dgn Management saling membantu)
Baiklah, mari kita coba analisa satu persatu.
1. Buka counter penjualan pulsa :
Banyak orang menghabiskan modalnya sampai puluhan juta rupiah hanya membuka satu counter pulsa. Hal ini tidak masalah bagi yang punya modal besar, namun bagi orang yang memiliki modal kecil….wah..susah bro…!!!.
Trus caranya bagaimana?:
Anda memiliki kerabat, teman & keluarga bukan?.
Kebanyakan sehari-hari selalu saja ada dari kerabat, teman & keluarga kita yang tinggal di rumahnya, entah itu istrinya, adiknya ataupun orang tuanya yang biasanya hanya mengurus pekerjaan rumah.
Nah, anda dapat membuka counter pulsa dirumahnya tersebut, Hitung2 bagi hasil dengan pemilik rumah sehingga mereka juga mendapatkan pemasukan tambahan. Jadi sekalian membuka lapangan pekerjaan juga…

Trus Modalnya Berapa? :
Pengalama saya untuk modal kecil, hanya dibutuhkan modal sbb:
1. Estalase kecil : Rp.400.000 (2mX1m)..kalau lebih kecil pasti lebih murah.
2. Handphone : Rp.250.000 (Nggak perlu biaya klo pake HP yang punya rumah)
3. Deposit pulsa : Rp.100.000Rp.300.000 (tergantung keinginan).
4. Kartu Perdana : Rp. 100.000 – Rp.300.000 /all operator (tergantung keinginan)
Accessories untuk Handphone dapat ditambahkan jika dibutuhkan, karena biasanya jarang ada yang beli…yaa dari pada matiin modal, yaa mending ditahan aja ga usah beli dulu.

Keuntungan dengan system seperti ini :
1. Anda tidak perlu memikirkan gaji karyawan. (soalnya bagi hasil sama tuan rumah yang sekalian jagain counter pulsanya).
2. Anda tidak perlu memikirkan biaya sewa toko.
3. Anda tidak perlu memikirkan biaya listrik & sebagainya.
4. Adanya hubungan emosional antara tuan rumah yang jagain counter dengan para tetangga ataupun kerabatnya, sehingga orang yang ingin berbelanja akan enggan pergi berbelanja ke tempat lain.
5. Lebih dipercaya cepat mendatangkan pembeli ketimbang system jual pulsa yang banyak berkembang di internet seperti sekarang ini.
6. Bagi pemodal, merupakan penghasilan tambahan bagi orang yang sudah bekerja.
7. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Kerugian dengan system seperti ini :
1. Harus diperlukan kontrol yang ketat ( kunjungan di pagi hari dan sore hari untuk memastikan semua berjalan dengan baik).

Pembagian keuntungan perhari dapat dilakukan dengan pola : 40% : 40 % : 20%
Dengan asumsi :
– 40 % keuntungan / hari buat sang pemilik modal.
– 40 % Keuntungan / Hari buat yang jagain counter.
– 20 % Keuntungan / Hari untuk pengembangan modal.

Jadi jika kita memiliki 10 counter penjualan pulsa dengan system seperti ini, dengan asumsi kentungan perhari Rp.30.000/counter.
Maka: 40% X Rp.30.000 = Rp.12.000/ counter
Jika 10 counter = Rp.12.000 X 10 = Rp.120.000/hari.
Setiap hari dapat Rp.120.000 hanya dengan control di pagi hari dan sore hari…hmmm nice.
Dari system ini dapat di simpulkan bahwa kita sudah memenuhi rumus yang S yakni, kita memperpendek jarak kita dengan pembeli, sementara untuk rumus F dipenuhi dari kontrol kita setiap hari.

Dapat membuka Konter penjualan pulsa dengan modal lebih kecil dari Rp.1.000.000 / counter dan lebih efisien dalam usaha ketimbang membuka counter penjualan pulsa dengan modal minimal Rp.5.000.000 s/d Rp. 10.000.000./counter.
Demikianlah untuk satu jenis usaha yang hanya memerlukan modal kecil.Semoga bermamfaat.
sumber : http://ayomaju.info/kalkulasi-keuntungan-buka-usaha-konter-hp/

Proposal Bisnis

I. Latar Belakang
Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah hingga sampai yang mahal. Untuk kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang membutuhkan asupan makanan tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Makanan-makanan yang tersedia dipasaran saat ini memang sudah beragam, tetapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan tradisonal yang khas Indonesia, serta harga yang ditawarkan juga kebanyakan terlalu mahal.
Salah satu makanan tradisional yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan konsumsi untuk malam hari, dan sekaligus merupakan makanan yang juga cukup istimewa adalah “MARTABAK MANIS”. Pembuatan makanan tradisonal yang khas berasal dari Indonesia ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higienis, serta akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau, maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.
Keberadaan Martabak Manis sebagai salah satu makanan tradisonal khas Indonesia memiliki rasa yang enak, nikmat, m,engandung protein dan juga lezat memang telah dikenal dari masa kemasa, sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner alternatif di Indonesia.
Dengan meihat potensi atau kelebihan seperti hal tersebut di atas, maka saya ingin membuat usaha makanan, yaitu usaha makanan “MARTABAK MANIS” untuk dikembangkan menjadi usaha besar agar masyarakat tidak akan pernah lupa dengan makanan tradisional yang khas Indonesia tersebut.

II. Visi
Menjadikan Martabak Manis sebagai makanan tradisonal khas Indonesia yang mampu menembus pasaran dunia
III. Misi
-          Membuat martabak manis yang memiliki aneka rasa
-          Memasarkan martabak manis di pasar tradisional maupun pasar modern
-          Mendirikan usaha wisata kuliner makanan khas Indonesia

IV. Analisa Peluang Usaha
Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:
1. Strenght (Kekuatan)
    Kekuatan dari produk ini adalah:
    - Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat
   - 1 (satu) produk terdiri dari beberapa macam bentuk dan rasa
   - Bahan produk yang terjamin dan higienis

2. Weakness (Kelemahan)
    Kelemahan dari produk ini adalah:
    - Tidak tahan lama
    - Produknya mudah ditiru

3. Opportunity (Peluang)
    - Tempat Strategis
    - Fasilitas yang cukup memadai

4. Threath (Ancaman)
    - Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah

V. Marketing Mix
1.  Product (Produk)
Produk yang dijual adalah "Martabak Manis" yang merupakan makanan selingan sehari-hari
2. Price (Harga)
Harga perporsi Rp 12.000 karena harga ini sangat terjangkau dan relatif murah
3. Promotion (Promosi)
Dalam melakukan promosi produk ini dengan menyebarkan brosur kepada masyarakat dan dilakukan masa promosi pada setiap pembelian 1 paket dengan isi 5 porsi akan memberikan diskon 10% dari harga tersebut.
5. Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di Delanggu, tepatnya di depan pasar Delanggu Klaten, karena letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau masyarakat (konsumen)
VI. Proses Produksi
Untuk membuat martabak manis, bahan-bahan yang diperlukan dan proses produksinya seperti berikut :
Bahan:
    * 2 butir telur
    * 450 ml air
    * 350 gr tepung terigu serbaguna
    * 75 gr gula pasir
    * 25 gr susu bubuk full cream
    * 5 gr garam
    * 5 gr baking soda
    * 1 gr vanili bubuk
    * 50 ml minyak sayur
    * Filling: susu kental manis, keju, mesyes, kacang tanah, wijen *sesuai selera*
Cara membuat:
   1. Kocok lepas telur, masukkan air hingga air berbuih.
   2. Campur rata semua bahan kering, masukkan ke dalam air.
            Kocok hingga semua bahan   larut.
   3. Masukkan vanili dan minyak sayur aduk rata. Diamkan adonan selama 30 menit.
   4. Tuang ke dalam cetakan martabak manis yg sudah dipanaskan, tutup sampai
            permukaan berpori-pori.
            Tabur dengan sedikit gula pasir pada permukaan. Tutup kembali hingga matang
   5. Angkat dan oles dengan butter, tabur dengan bahan filling
   6. Lipat oles atasnya dengan butter, potong2.
VII.  Perhitungan Modal dan Harga Jual
         1. Modal :
- Bahan Baku
1. Terigu 2 kg                                    Rp  14.000
2. Telur 2 kg                                       Rp  14.000
3. Gula Pasir 1 Kg                            Rp  10.000
4. Air                                                 Rp   -
5. Garam                                            Rp   2.000
6. Soda kue                                                   Rp   3.000
7. Blue Band                                      Rp   5.000
8. Pewarna kuning                            Rp   3.000
9. Fermipan                                        Rp   3.000
                                                            ---------------
                                                            Rp.53.000
- Bahan Taburan
1. Kacang tanah 1/2 kg                       Rp   5.000
2. Meises                                             Rp   5.000
3. Keju                                               Rp  11.000
4. Susu kental MANIS                      Rp   7.000
5. Wijen                                             Rp   5.000
                                                          -----------------
                                                            Rp. 45.000

     - Bahan baku tambahan (gas)             Rp. 40.000
Bahan baku + Bahan taburan + Bahan baku tambahan =
Rp 53.000   + Rp 45.000        + Rp 40.000                    =  Rp. 138.000
2.  Harga Jual
Harga Jual:                                                                         Rp 10.000 x 40 porsi = Rp 400.000
Harga Pokok Produk per unit:
Harga beli bahan baku                                                        Rp  3.450
Harga beli bahan tambahan                                                Rp  1.000
                                                                                           -------------
                                                                                           Rp  4.450

     Jumlah Hpp:                                                                  Rp  4.450 x 40 porsi = Rp 178.000

VIII. Perhitungan Rugi Laba
Pendapatan dari penjualan                                            Rp.  400.000
Harga Pokok Penjualan                                                 Rp.  178.000
Laba Kotor                                                                    Rp.  222.000

    Biaya penjualan:

    Biaya pembuatan brosur                                                Rp   30.000
    Biaya transportasi                                                          RP   30.000
    Biaya sewa tempat                                                         Rp   25.000
    Biaya listrik dan air                                                        Rp   10.000
    Biaya komunikasi                                                           Rp   20.000
    Biaya lainnya                                                                 Rp   10.000
                                                                                           ---------------
                                                                                           Rp 125.000

    Laba bersih                                                                     Rp   97.000

    Perhitungan margin keuntungan =

    Rp   97.000
    ---------------- x 100% = 24,25%
    Rp 400.000


IX. Analisis Keuntungan :
      
       Pendapatan per bulan :
              Omzet Rp. 400.000 x 30 hari =                                Rp. 12.000.000
              Laba kotor per bulan 222.000 x 30 =                        Rp.   6.660.000

       Keuntungan bersih per bulan :
             (Rp.222.000.000 – Rp. 125.000) x 30 =                    Rp.   2.910.000
X. Kesimpulan
Kesimpulan bahwa agar produk yang kita pasarkan dapat diterima oleh semua kalangan, baik dalam negeri maupun luar negeri maka kita harus :
-    Membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
-    Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
-    Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
-    Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.